Dua hari tanpa tulisan, maklum pergantian semester kaya gini lagi sibuk-sibuknya ngurus KRS, seperti biasa. Udah dapat kelas sisa semua, planing yang direncanakan bubar. Rasanya hampa tanpa ngeblog, serasa sayur tanpa garam, hidup tanpa nyawa (waduh..kayak udah serius banget sama ngeblog). Hanya sempat absen ke blog mas dodot, yang ...
Setelah beberapa tahun yang lalu Sylvester Stallone Sukses menggarap film Rambo I,II,III dan sekarang dia tetap membintangi film Rambo IV. Dalam film ini John Rambo kembali ke Thailand Utara, dekat perbatasan Thailand-Burma. Dimana perang saudara terpanjang didunia sedang dan terus berkecamuk. Konflik antara orang Burma dengan orang Karen ini sudah berlangsung selama 60 tahun lamanya. Figur John Rambo dalam film ini adalah seorang yang lebih suka hidup sendiri, hidup yang sederhana, hidup digunung, yang pekerjaannya adalah memancing, menangkap ular beracun untuk menghidupi dirinya.
Saat ini pengaruh Harry Potter bagi kekristenan terlihat sangat besar. Banyak yang memperdebatkan hal ini, sebenarnya ada atau tidak nilai positif, dalam artian nilai Rohani bagi orang Kristen dalam film-film Harry Potter. Sang ahli-ahli theologi banyak berdebat, mempertahankan pendapatnya. Kalau boleh berpendapat sih, sebagai orang kristen, buat apa harus berdebat? Berdebat tidak menyelesaikan masalah, justru akan memperburuk keadaan. Kenapa harus ada kontroversi, disatu sisi ada yang bilang Harry Potter itu menyesatkan, sisi yang lain mengatakan kalau film Harry Potter itu banyak mengandung nilai Injil Kristus. Mana yang benar? Bukan saatnya saling menyalahkan tapi mendamaikan.
Setelah dua hari lalu menulis tentang Naruto Shippuuden yang bisa dibilang sukses, cek saja di Google. Dan kemarin juga udah post buku tentang adsense yang lagi heboh, yang dapet ngomentari dari artikel mas cosa.
Dari postingan mas cosa yang berjudul Berburu Dolar Dengan Google AdSense, saya jadi punya pemikiran sendiri tentang yang menganggap mudah mencari dollar lewat Google AdSense. Mungkin di tulisan mas cosa udah di jelasin bahwa yang bersangkutan, sang penulis sudah mengklarifikasikan maksud bukunya. Tapi tetap tidak bisa diterima juga. Mungkin beberapa orang ada yang menganggap buku tersebut sudah membantu, itu karena mereka benar-benar buta tentang Google AdSene.